Jumat, 28 Oktober 2016

Teori Level Komunikasi

Nama : Guntur Pranajaya Putra 

No.Stambuk : 1510121112 

Fakultas/Jurusan : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial

Mata Kuliah : Teori Komunikasi II 


BAB I 

PEMBAHASAN 

A. Latar Belakang 

             Komunikasi adalah hal yang tidak asing lagi bagi kehidupan manusia sehari-hari. Komunikasi banyak dilakukan dengan banyak cara, baik secara verbal maupun non verbal. Dalam makalah ini saya ingin mencoba menguraikan tentang cabang-cabang komunikasi dan teori yang mendasari komunikasi tersebut. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan (body language), menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Hampir semua manusia bisa berkomunkasi, tetapi manusia tidak tahu teori dasar dari apa yang dikomunikasikannya. Teori pada level komunikasi akan menjadi hal yang menarik dalam bahasan ini. Dalam literatur komunikasi, dikenal istilah level komunikasi, yaitu tingkatan komunikasi berdasarkan jumlah orang yang terlibat dalam sebuah proses komunikasi. Menurut Patidar, level komunikasi ditentukan oleh dasar jumlah orang yang terlibat dalam sebuah proses komunikasi, juga oleh tujuan komunikasi. 

B. Rumusan Masalah 

1. Teori Komunikasi Intrapersonal 

2. Teori Komunikasi Interpersonal 

3. Teori Komunikasi Kelompok 

4. Teori Komunikasi Organisasi 

5. Teori Komunikasi Massa 

C. Tujuan Penulisan 

          Penulisan ini bertujuan agar semua orang tahu apa itu komunikasi, Apa saja level komunikasi, teori apa yang mendasarinya, dan pencetus komunikasi. 

BAB II 

PEMBAHASAN 

1. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL 

A. Definisi Komunikasi Intrapersonal 

           Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek. Menurut Lance Morrow dalam majalah Time (1998) mengatakan bahwa “berbicara dengan diri sendiri sering kali merupakan hal yang yang tidak bermartabat-pikiran jahat, pembenaran terhadap diri sendiri, serta maki-makian” (hal.98). Sedangkan menurut Joan Aitken dan Leonard Shedletsky (1997) menyatakan bahwa komunikasi intrapersonal sebnarnya lebih dari itu. Aktivitas dari komunikasi intrapersonal yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo’a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.

B. Asumsi Dasar dan Uraian Teori 

        Pandangan psikologis ini melihat manusia sebagai kesatuan lahiriah dan karakteristik yang mengarahkannya kepada perilaku mandiri. Dan pandangan ini juga melihat pikiran individu sebgai tempat memproses dan memahami informasi serta menghasilkan pesan, tetapi pandangan ini juga mengakui kekuatan yang dimiliki oleh individu melebihi individu lain serta efek informasi pada pikiran manusia. Oleh karena itu, hampir tidak mengejutkan jika penjelasan psikologis telah menarik para ahli komunikasi, terutama dalam kajian perubahan dan efek-efek interaksi. Yang mendasari teori psikologis sosial ini adalah komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal bisa di tunjukkan berupa ekspresi wajah, sikap badan, dan gerak isyarat. Didalam komunikasi non verbal ini tidak menggunakan bahasa dan tulisan seperti komunikasi verbal. Komunikasi non verbal pengungkapan pesannya yaitu melalui isyarat. Isyarat hanya dapat digambarkan oleh diri pribadi orang itu sendiri, sehingga proses komunikasipun dalam teori psikologis sosial ini pada dasarnya adalah diri sendiri. 

2. KOMUNIKASI INTERPERSONAL 

A. Definisi Komunikasi Interpersonal 

         Komunikasi interpersonal adalah suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Maksud dari Proses ini, yaitu mengacu pada perubahan dan tindakan (action) yang berlangsung terus-menerus. Menurut Joseph A. Devito, komunikasi antarpribadi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Komunikasi antarpersonal dinilai paling baik dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan. Alasannya adalah karena komunikasi antarpersonal dilakukan secara tatap muka dimana antara komunikator dan komunikan saling terjadi kontak pribadi; pribadi komunikator menyentuh pribadi komunikan, sehingga aka nada umpan balik yang seketika (perkataan, ekspresi wajah, ataupun gesture). Komunikasi inilah yang dianggap sebagai suatu teknik psikologis manusiawi. Komunikasi interpersonal adalah bukan hal yang tunggal melainkan interpersonal itu komunikasi diantara dua orang. Semakin banyak kita berinteraksi dengan orang sebagai individu yang berbeda, semakin interpersonal yang komunikasi tersebut. Para sarjana studi komunikasi interpersonal bagaimana komunikasi menciptakan dan memelihara hubungan dan bagaimana mitra berkomunikasi untuk menghadapi tantangan normal dan Luar Biasa dari mainining keintiman dari waktu ke waktu (Canary Dan Stafford, 1994; Bebek Dan kayu, 1995; Spencer, 1994; kayu Dan Bebek, 006 ). Penelitian menunjukkan bahwa rekan-rekan yang mendengarkan secara sensitif dan berbicara secara terbuka memiliki kesempatan terbesar untuk mempertahankan hubungan dekat dari waktu ke waktu. Penelitian di bidang ini juga menunjukkan bahwa komunikasi adalah pengaruh yang penting tentang bagaimana mengembangkan hubungan pribadi dari waktu ke waktu. 

B. Para Pencetus dan Teori-teori Komunikasi Interpersonal 

1) Teori kebutuhan hubungan interpersonal 

2) Teori Analisis Transaksional (Transactional Analysis Theory) 

3) Teori Proksemik 

3. KOMUNIKASI KELOMPOK 

A. Definisi Komunikasi Kelompok 

         Kelompok adalah sekumpulan orang – orang yang terdiri darii tiga atau lebih. Kelompok memiliki hubungan yang intensif di antara mereka satu sama lainnya, terutama kelompok primer. Intensitas hubungan di antara mereka merupakan persyaratan utama yang dilakukan oleh orang-orang dalam kelompok tersebut. kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu di antara mereka. Menurut Dedy Mulyana kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Pada komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok. Menurut Anwar Arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Dari dua definisi di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok. 

B. Para Pencetus dan Teori-teori Komunikasi Kelompok 

1) Sosial Exchange Model (Model Pertukaran Sosial) 

2) Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) Theory 

3) Teori Perkembangan Kelompok 

4. KOMUNIKASI ORGANISASI 

A. Definisi Komunikasi Organisasi 

         Istilah “organisasi” dalam bahasa Indonesia merupakan adopsi dari kata “organization” dari bahasa Latin yang berasal dari kata kerja bahasa Latin “organizare” yang artinya to form as or into a whole consisting of interdependent or coordinated parts. Everet M.Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas. Robert Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang. Menurut pendapat (Rogers dan rogers, dalam Henneman dan McEwen, 1975, hlm. 218). Organisasi didefinisikan “ suatau kumpulan atau suatu sistem individu yang bersama-sama, melalui hirarki pangkat dan pembagian kerja, berusaha untuk mencapai tujuan tertentu” . 

B. Para Pencetus dan Teori-teori Komunikasi Organisasi 

1) Teori Komunikasi Kewenangan 

2) Teori Fusi 

3) Teori Lapangan Tentang Kekuasaan 

5. KOMUNIKASI MASSA 

A. Definisi Komuniksai Massa 

    Komunikasi massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagaikependekan dari mass media communication, artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai kependekan dari media of mass communication. Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. 

Menurut Michael W Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986) sesuatu bisa didefinisikan komunikasi massa jika mencakup hal-hal sebagai berikut: 

1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern untuk menyebarkan dan mentransmisikan pesan kepada khalayak yang luas dan tersebar. 

2. komunikator dalam komunikasi massa mencoba untuk berbagi pengetahuan dengan jutaan orang yang tidak saling kenal atau mengetahui satu sama lain 

3. Pesan yang disampaikan bisa didapatkan dan diterima oleh banyak orang, dengan jutaan orang yang tidak saling kenal atau mengetahui satu sama lain. 

4. Komunikator dalam komunikasi massa biasanya berupa organisasi formal atau berbentuk suatu lembaga.

5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper, artinya pesan yang disampaikan atau disebarkan dikontrol oleh sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media massa dan 

6. Umpan balik yamg diterima dalam komunikasi massa sifatnya tertunda Bittner: Mass communication is messages communicated throught a massa medium to a large number of people Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan dengan mengunakan media massapada sejumlah besar orang. 

Pengertian pertama: komunikasi massa adalah komunikasi yang dijtujukan kepada massa, kepada khlayak yang luar biasa banyaknya. Ini bukan berarti khlayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang ang menonton televisi, setidaknya cakupan khlayak itu besar dan pada umumnya sukar untuk didefinisikan. 

Pengertian kedua : Komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar audio dan visual. Komunikasi barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya, seperti : (televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku dan pita.) 

William R. Rivers dkk komunikasi massa dapat diartikan dalam dua cara: 

1. Komunikasi oleh media. 

2. Komunikasi untuk massa. 

Namun, Komunikasi Massa tidak berarti komunikasi untuk setiap orang. Pasalnya, media cenderung memilih khalayak; demikian pula, khalayak pun memilih-milih media. 

B. Para Pencetus dan Teori-teori Komunikasi Massa 

1) Teori Kegunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications Theory) 

2) Teori Agenda Setting (Agenda Setting Theory) 

BAB III 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

     Memahami konteks komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu cara untuk mengetahui komunikasi lebih jauh. Dengan memahami konteks komunikasi dan level – level komunikasi, berarti kita telah paham membedakan macam-macam bentuk komunikasi, mulai dari komunikasi diri sendiri (intrapersonal) sampai dengan komunikasi yang secara luas. Lahirnya konteks komunikasi tentunya ada teori yang mendasari adanya konteks komunikasi, tidak ada satu konteks komunikasi-pun yang tidak mempunyai teori yang mendasarinya. 

DAFTAR 

PUSTAKA 

http://ariyantcool93.blogspot.co.id/2012/04/konteks-komunikasi-dan-teori-yang.html

http://www.romelteamedia.com/2014/02/level-komunikasi.html